Weekly post

  • Tips Memperbaiki Hubungan yang Retak

     


     Menjalin hubungan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk bisa mempertahankan hubungan dibutuhkan kemauan dan kekuatan yang lebih. Itulah mengapa banyak sekali pasangan yang harus memutuskan hubungan di tengah jalan. Seringkali hubungan terjalin bukan atas kecocokan sejak awal, namun berawal dari rasa saling tertarik. Kita bisa saja tertarik dengan seseorang yang bahkan kita sendiri belum benar-benar mengenalnya. Itulah sebabnya ketidakcocokan bisa muncul pada saat menjalani hubungan. Kandasnya hubungan itu bisa jadi karena kurang memahami, kurang toleransi, atau memang terlalu memaksakan ego diri. Memperbaiki hubungan itu memang tidak mudah, tetapi sebenarnya bisa kok. Coba simak tips berikut ini.

    1. Cari tahu dulu apa alasan putus

    Cari tahu penyebab utama putus (notable.ca)
    Dalam menyelesaikan setiap masalah, mengetahui akar permasalahan adalah hal yang paling mutlak diperlukan. Tanpa mengetahui penyebabnya, masalah dalam suatu hubungan tidak akan dapat diperbaiki. Pertama-tama kamu harus tahu dulu apa “sebab utama” kandasnya hubungamu dengan pacar kamu. Ketika kamu telah mengetahui apa alasanmu putus, kamu jadi lebih mudah untuk mencari solusinya. Misalnya kamu putus karena kamu yang egois, berarti solusinya adalah memperbaiki diri. Dalam tahap ini, saling introspeksi diri adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan.

    2. Saling memaafkan

    Saling memaafkan ya (i.huffpost.com)
    Setelah mengetahui alasan mengapa putus dan tahu kesalahan masing-masing, kini saatnya saling memaafkan. Memaafkan mantan pacarmu dan memaafkan dirimu sendiri adalah hal yang sangat penting dilakukan untuk memperbaiki hubungan. Jika belum bisa saling memaafkan, akan muncul kemungkinan suatu saat kamu atau mantan pacarmu mengungkit-ungkit lagi kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat. Sebelum melangkah lebih jauh, akan sangat baik bila saling memaafkan.

    3. Perbarui komitmen

    Memperbaiki komitmen (www.glamour.com)
    Setelah kamu berhasil balikan sama pasangan, langkah berikutnya adalah memperbaiki komitmen. Memperbaiki komitmen dalam hal ini maksudnya adalah kalian berdua saling berbagi resolusi dan keputusan untuk hubungan kalian. Jadi, hubungan kalian berdua kini memiliki visi. Bukan hanya untuk hura-hura dan memenuhi ego diri. Banyak pasangan yang kadang lupa dengna komitmen yang sudah dibentuk sendiri dari awal. Maka dari itu, dibutuhkan komitmen yang tinggi dalam hal ini. Jadikan masa lalu itu menjadi pelajaran penting, dan saling berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

    4. Memperbaiki diri sendiri

    Memperbaiki apa yang perlu diperbaiki (i.kinja-img.com)
    Kita mungkin tidak dapat mengubah pasangan kita seperti keinginan kita. Tapi, kita dapat memperbaiki diri kita sendiri. Mengubah diri sendiri adalah cara yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah dan memperbaiki hubungan. Mengubah diri sendiri bisa jadi membuat diri menjadi lebih menarik di mata pasangan. Kalau kamu ingin pasanganmu berubah menjadi lebih baik, ya minimal kamu harus mau mengubah dirimu menjadi lebih baik terlebih dahulu. Jangan menuntut sesuatu yang bahkan kamu sendiri belum mau melakukannya. Saling terbukalah dengan pasangan jika ingin memperbaiki hubungan. Agar kalian berdua tahu di mana letak kesalahan kalian berdua dan bisa saling memperbaiki.

    5. Komunikasi

    Komunikasi adalah kunci (i.huffpost.com)
    Komunikasi adalah hal yang paling penting dalam menjalin hubungan dengan siapapun. Banyak hubungan menjadi retak hanya karena masalah komunikasi. Ketika kita bisa berkomunikasi dengan baik, hubungan akan berjalan dengan baik. Maka dari itu, sebagian besar masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang tepat. Seringkali kesalahpahaman atau kesalahan kecil dapat menyebabkan hubungan menjadi rusak. Mulailah untuk melihat dari berbagai sudut pandang dan komunikasikanlah dengan baik apa yang kalian rasakan. Komunikasi adalah tentang kenyataan dan kejujuran, tetapi juga harus melingkupi dukungan, bantuan, dan saling memaafkan.
  • Buat ABG yang Punya Pacar, Udah Kamu Tuh Gak Usah Serius-serius Banget Pacarannya!



    Persoalan cinta itu tidak harus selalu dibawa serius. Apalagi jika kamu saat ini masih usia belasan, alias ABG. Katanya sih, sweet seventeen itu saat yang ditunggu-tunggu anak muda. Di umur itu, kita mulai dapat lampu hijau dari orang tua untuk punya pacar. Mulai punya SIM, bisa berkendara kemana-mana dan mulai diberi kepercayaan untuk pergi sampai malam. Asik! Apalagi, di usia ini, rasa penasaran kita tuh lagi gedhe-gedhenya. Hm, pas! Tapi khususnya soal cinta, usiamu yang masih belasan tidak seharusnya kamu habiskan untuk memikirkan hubungan cinta secara serius. Dinikmati aja dengan santai untuk mencari pengalaman. Kesalahan remaja yang sedang jatuh cinta adalah merasa telah menemukan tambatan hati untuk sepanjang umurnya. Kemudian menebar berjanji selalu bersama selamanya. Korban sinetron kekinian.
    Well, kenapa sih kamu gak perlu terlalu serius mikirin pacar sebelum umur 20an?
    Cinta remaja itu gak perlu dipikir terlalu serius (i.huffpost.com)

    Kamu sedang berada di usia yang ingin mencari banyak pengalaman

    Sadar atau tidak kamu sadari, saat ini kamu masih usia labil. Apa yang kamu gemari saat ini, belum tentu kamu gemari esok hari. Gak masalah, ini wajar. Karena kamu memang sedang dalam masa eksplorasi. Kamu ingin mengeksplor banyak hal, bereksperimen dan mencari pengalam baru. Ini positif kok, asal kamu ngebawanya ke arah yang positif. Nah, terlalu serius mikirin pacar membuatmu kehilangan masa-masa seru itu!

    Kamu belum cukup sabar

    Cinta itu butuh kesabaran. Padahal jelas, sabar itu bukan sesuatu yang instan. Dia butuh waktu, dan semakin berkembang seiring bertambahnya usia dan kedewasaan. Sehingga, biasanya, usia belasan itu masih sngat jauh dari sifat sabar. Kamu masih di usia yang sangat besar sifat egoisnya. Mengontrol emosi saja masih kewalahan, apalagi mengontrol hubungan ke arah yang lebih serius?

    Kamu belum bisa bertanggungjawab atas diri sendiri, apalagi orang lain

    Apa-apa yang ada di dalam dirimu ini masih belum bisa kamu tanggung sendiri. Kamu masih sangat bergantung dengan orang lain, terutama orang tua. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mulai dari urusan perut sampai urusan mandi. Semua masih butuh haluan dari orang tua. Banyak hal yang belum kamu pahami dalam hidup ini. Jika bertanggungjawab pada diri sendiri saja masih sulit, gimana bertanggungjawab terhadap orang lain? Padahal jelas, hubungan yang serius itu butuh rasa tanggungjawab yang besar.

    Hubungan serius itu butuh totalitas dan pengorbanan, kamu punya apa untuk dikorbankan?

    Cinta itu butuh pengorbanan. Pengorbanan, tenaga, pikiran dan biaya. Oke, kamu memang punya tenaga dan pikiran. Tapi apa gak sayang, kalau di usia beliamu ini, kamu mencurahkan semua tenaga dan pikiranmu untuk mikirin pacar? Lihat di sekelilingmu, ada banyak hal yang bisa kamu kembangkan. Banyak yang bisa kamu pelajari daripada melulu pacaran. Apalagi biaya. Kamu ngebiayain diri sendiri aja masih ga bisa, kan?

    Masa depan masih panjang, belum tentu dia yang terbaik. Jalani aja apa adanya, gak usah ngoyo dan gak usah ngumbar janji ketinggian

    Usiamu masih muda, perjalanan hidupmu masih panjang (lusa.web.id)
    Saya tidak melarang kamu pacaran sih. Itu hak kamu, sebagai kawula muda yang sedang menikmati indahnya masa remaja. Tapi maksud saya, kamu itu jangan terlalu banyak janji sama dia. Janji seidup semati lah, janji akan menikah lah, janji cinta selamanya lah. Gak usah begitu! Jalani aja apa adanya. Biarkan hubunganmu ini ngalir. Jangan terlalu yakin kalau dialah jodohmu selamanya. Iya kalau iya, kalau enggak? Jalanmu masih panjang kawan!

    Bagaimanapun kisahmu berujung, anggap aja sebagai pelajaran

    Nah, karena kamu gak perlu terlalu serius mikirin pacar, kita bisa simpulkan beberapa hal. Pertama, silakan pacaran kalau emang kamu udah laku. Kedua, jangan jadikan pacaran sebagai prioritas utamamu. Karena ada banyak hal positif yang harus lebih kamu utamakan seperti belajar, menekuni hobi dan berpetualang. Ketiga, bagaimanapun kisahmu ini berujung, anggap aja sebagai pelajaran. Kalau langgeng ya sukur, kalau putus ya udah. Namanya juga anak muda, masa gak ngerasain putus cinta sih. Gak usah terlalu baper!  Oke ya!
  • Bisakah Manusia Menjamin Masa Depan yang Bahagia?
    Anda baru saja pindah ke rumah baru yang tampaknya kokoh dan menarik. Rumah batu seperti itulah yang sudah lama Anda idam-idamkan. Masa depan kelihatannya cerah! Namun, selang beberapa tahun saja, rumah itu rusak parah dan harus dirobohkan. Anda merasa amat terpukul. Tetapi, bukan Anda saja yang mengalaminya. Problem yang sama terjadi pada rumah-rumah lain di daerah Anda. Setelah diselidiki, ternyata penyebabnya adalah rancangan serta konstruksi yang jelek dan batu bata yang cacat.
    SEPERTI rumah itu, dunia ini mengalami kesulitan besar. Meski ada tak terhitung banyaknya eksperimen sosial dan politik serta kemajuan yang menakjubkan dalam bidang sains dan teknologi, unsur-unsur dasar masyarakat itu sendiri tampaknya semakin berantakan. Di sejumlah negeri, pelanggaran hukum dan anarki sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Apakah keputusasaan akan memaksa manusia untuk memecahkan problem-problem mereka, dan pada akhirnya menciptakan pemerintahan yang baik? Perhatikan pernyataan beberapa pakar tentang riwayat umat manusia.
    ”Kita Telah Mencoba Segalanya”
    Dalam upaya menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik, kaum cendekiawan mulai dari filsuf Yunani Plato hingga filsuf politik Jerman serta sosialis Karl Marx telah mengusulkan berbagai ideologi politik. Hasilnya? Sebuah artikel dalam jurnal New Statesman mengatakan, ”Kita belum berhasil menghapus kemiskinan atau menggalang perdamaian dunia. Malah, tampaknya yang kita capai justru yang sebaliknya. Bukannya kita belum mencoba. Kita telah mencoba segalanya, dari komunisme sampai kapitalisme; dari Liga Bangsa-Bangsa sampai penimbunan nuklir. Kita telah melancarkan terlalu banyak ’perang untuk mengakhiri perang’ dengan keyakinan bahwa kita tahu cara mengakhiri perang, dan pusat-pusat kota kita kelihatan seperti baru diserang habis-habisan.” Artikel itu melanjutkan, ”Ketika abad [ke-20] baru mulai, kita amat antusias karena percaya bahwa para ilmuwan akan menyelamatkan kita, tetapi ketika abad itu berakhir kita tidak percaya lagi pada sepatah kata pun yang mereka ucapkan.”
    Pada tahun 2001, profesor emeritus bidang ekonomi dan sejarah sosial di London University bernama Eric Hobsbawm menulis bahwa sistem politik umat manusia ”menghadapi masa manakala tindakan manusia telah menimbulkan dampak yang luar biasa atas alam dan bola bumi”. Solusi, atau pengurangan dampak, atas problem-problem ini ”akan menuntut langkah-langkah yang, hampir dapat dipastikan, tidak akan mendapat dukungan melalui penghitungan suara atau pembatasan pilihan konsumen. Hal ini tidak menguntungkan untuk prospek jangka panjang bagi demokrasi ataupun bagi bola bumi ini”.
    Sewaktu menyadari bahwa bencana sudah di depan mata, astrofisikawan yang termasyhur di seluruh dunia dan pengarang buku terlaris bernama Stephen Hawking bertanya, ”Dalam dunia yang kacau secara politik, sosial, dan lingkungan, bagaimana umat manusia dapat bertahan 100 tahun lagi?”
    Mengapa Riwayatnya Begitu Buruk?
    Hanya Alkitab yang secara memuaskan menjelaskan mengapa manusia gagal total memerintah diri sendiri. Antara lain, Alkitab memberi kita evaluasi yang benar-benar terus terang mengenai kondisi manusia. Sebagai contoh, perhatikan empat kebenaran dasar berikut.
    Kita semua tidak sempurna. ”Semua orang telah berbuat dosa dan gagal mencapai kemuliaan Allah.” (Roma 3:23) Sebagaimana batu bata yang cacat bisa mengakibatkan bangunan menjadi rapuh dan roboh, ketidaksempurnaan yang diwarisi manusia nyata dalam perilaku yang dapat melemahkan masyarakat, antara lain kecenderungan untuk korupsi, ketidakjujuran, ketamakan, dan penyalahgunaan kekuasaan. Ini bukan hal baru. Kira-kira tiga ribu tahun yang lalu, seorang penulis Alkitab yang bijaksana menyatakan, ”Manusia menguasai manusia sehingga ia celaka.”—Pengkhotbah 8:9.
    Para pemimpin dalam pemerintahan dan sistem peradilan mengakui ketidaksempurnaan serta kelemahan kita dan berupaya menangkalnya dengan seperangkat undang-undang. Tetapi, mereka melakukannya dengan kesadaran penuh bahwa tidak ada yang bisa membuat hukum yang memaksa orang mengasihi sesamanya atau taat hukum.
    Kematian menimpa kita. ”Janganlah percaya kepada para bangsawan, ataupun kepada putra manusia, yang padanya tidak ada keselamatan. Apabila rohnya [atau daya kehidupannya] keluar, ia kembali ke tanah; pada hari itu lenyaplah segala pikirannya.” (Mazmur 146:3, 4) Raja Salomo dari Israel kuno, yang dianggap sebagai salah seorang penguasa paling bijaksana sepanjang masa, memperhatikan bahwa kerja kerasnya ternyata sia-sia belaka. Ia menulis, ”Aku, aku membenci semua kerja keras yang kulakukan di bawah matahari, yang akan aku tinggalkan bagi orang yang akan ada setelah aku. Dan siapa yang tahu apakah ia akan berhikmat atau bodoh? Namun ia akan mengendalikan semua kerja keras yang kulakukan . . . Ini pun kesia-siaan.”—Pengkhotbah 2:18, 19.
    Kita tidak mampu memerintah diri sendiri dengan baik. ”Manusia tidak mempunyai kuasa untuk menentukan jalannya sendiri. Manusia, yang berjalan, tidak mempunyai kuasa untuk mengarahkan langkahnya.” (Yeremia 10:23) Bahkan seandainya kita sempurna, Alkitab mengajarkan bahwa selaras dengan maksud-tujuan Allah yang semula, manusia tidak memiliki hak dari Allah untuk memerintah diri sendiri ataupun kesanggupan untuk melakukannya secara efektif. Misalnya, mengapa orang cenderung tidak suka kalau orang lain atau kelompok lain memerintah-merintah mereka, atau menetapkan standar moral atau etika bagi mereka? Jawabannya: Kita diciptakan untuk mencari bimbingan dari wewenang yang lebih tinggi daripada diri kita. Wewenang tersebut adalah Allah.—Yesaya 33:22; Kisah 4:19; 5:29.
    Manusia dipengaruhi penguasa yang tidak kelihatan. ”Seluruh dunia berada dalam kuasa si fasik”—Setan si Iblis. (1 Yohanes 5:19) Jika manajemen top sebuah perusahaan benar-benar korup—dan kebal hukum—apa yang bisa dilakukan pegawai biasa untuk memperbaiki keadaan? Hampir tidak ada. Begitu pula halnya dengan problem-problem yang sebenarnya didalangi para penguasa dunia yang tidak kelihatan—makhluk-makhluk roh yang jahat yang bekerja di bawah kendali Setan. Alkitab menggambarkan para penguasa tersebut sebagai ”pemerintah-pemerintah”, ”kalangan berwenang”, ”para penguasa dunia dari kegelapan ini”, dan ”kumpulan roh yang fasik di tempat-tempat surgawi”.—Efesus 6:12.
    Namun, Alkitab tidak sekadar menyingkapkan kegagalan umat manusia dan para penguasa dunia yang tidak kelihatan itu. Alkitab juga memuat kabar baik tentang solusi yang pasti untuk semua problem kita, sehingga kita mempunyai dasar yang kuat untuk memiliki harapan.
    Pencipta Kita Memberikan Solusinya!
    Andaikan kita harus memecahkan sendiri problem-problem ini, kita tidak akan pernah bisa menemukan solusinya. Orang yang paling cerdas, berkuasa, atau kaya sekalipun tidak sanggup mengubah bahkan satu dari keempat kenyataan yang disebutkan dalam artikel ini.* Tetapi, seperti yang dijelaskan dalam artikel berikut, Pencipta kita tidak melupakan atau meninggalkan kita. Malah, sebagai Penguasa yang sah atas bumi, Ia akan menyingkirkan setiap rintangan yang menghalangi kebahagiaan kita. (1 Yohanes 4:8) Selain itu, Ia akan melakukannya segera. Bagaimana kita tahu?
    Sebagaimana dijelaskan dalam terbitan bulan lalu majalah ini, peristiwa dunia dan kondisi sosial dengan sangat jelas memperlihatkan bahwa kita sudah ada di pengujung ”hari-hari terakhir” dunia sekarang ini. (2 Timotius 3:1; Matius 24:3-7) Namun, akhir itu tidak akan datang dalam bentuk bencana nuklir atau tabrakan dengan asteroid atau dengan cara lain yang tanpa pandang bulu memusnahkan yang baik maupun yang jahat. Sebaliknya, akhir itu terjadi karena intervensi ilahi yang secara khusus ditujukan kepada orang fasik, termasuk mereka yang berkukuh mempertahankan kedaulatan manusia. (Mazmur 37:10; 2 Petrus 3:7) Pada waktu yang sama, Allah akan mengakhiri semua penderitaan akibat ulah para penentang Allah tersebut.*2 Tesalonika 1:6-9.
    Setelah itu, sang Pencipta akan memecahkan problem kita tentang pemerintahan dengan memberikan wewenang penuh atas bumi kepada pemerintahan yang disebut ”kerajaan Allah”. (Lukas 4:43) Seperti yang akan kita lihat, pemerintahan dunia itu bakal mengubah pandangan kita tentang masa depan.
    [Catatan Kaki]
    Pertanyaan ”Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan?” dibahas di halaman 106 buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
    [Kotak/Gambar di hlm. 5]
    ”BATU BATA” YANG CACAT PADA MASYARAKAT MANUSIA
    ▪ Kita semua tidak sempurna.
    ▪ Kematian menimpa kita.
    ▪ Kita tidak mampu memerintah diri sendiri dengan baik.
    ▪ Manusia dipengaruhi penguasa yang tidak kelihatan.
    [Kotak di hlm. 6]
    MANUSIA TIDAK AKAN MENGHANCURKAN BUMI!
    Alkitab menyediakan banyak bukti bahwa sang Pencipta bermaksud agar bumi menjadi tempat tinggal yang aman dan damai bagi orang-orang yang takut akan Allah. Perhatikan ayat-ayat berikut.
    ”Ia telah menjadikan bumi di tempatnya yang tetap; yang tidak akan digoyahkan sampai waktu yang tidak tertentu, atau selama-lamanya.”Mazmur 104:5.
    ”Engkau menetapkan bumi dengan kokoh agar tetap berdiri.”Mazmur 119:90.
    ”Satu generasi pergi, dan satu generasi datang; tetapi bumi tetap berdiri bahkan sampai waktu yang tidak tertentu.”Pengkhotbah 1:4.
    ”Bumi pasti akan dipenuhi dengan pengetahuan akan Yehuwa seperti air menutupi dasar laut.”Yesaya 11:9.
    ”[Yehuwa adalah] Pembentuk bumi dan Pembuatnya, Dialah yang mendirikannya dengan kokoh, yang tidak menciptakannya dengan percuma, yang membentuknya untuk didiami.”Yesaya 45:18.
  • Inilah Ciri-ciri Seorang Jomblo yang Berkelas. Kamukah Salah Satunya?

    Selama ini jomblo sering diartikan sebagai suatu keadaan yang memalukan. Tidak memiliki “gandengan” membuat beberapa orang merasa malu. Bahkan kata “Jomblo” seringkali digunakan sebagai hinaan untuk seseorang. Padahal, jomblo itu bukan berarti tidak laku lho! Bisa jadi si jomblo ini ternyata banyak yang mengejar, tetapi dia memiliki alasan-alasan tertentu yang membuatnya masih sendiri hingga saat ini. Berikut adalah ciri-ciri jomblo berkelas yang perlu kamu tahu. Siapa tahu kamu salah satunya! Check this out!

    1. Jomblo berkelas itu dia yang sebenarnya bisa punya pacar, tetapi memilih untuk sendiri

    Sendiri bukanlah masalah (http://www.thelifestylecompound.com)
    Ada beberapa orang yang sempat mendekatinya, tapi dia tidak menerimanya begitu saja. Terkadang, ada hal-hal yang sulit dijelaskan secara gamblang mengapa ia masih memilih untuk sendiri.

    2. Jomblo berkelas itu memiliki visi dan misi dalam hidupnya

    Mereka memiliki visi dalam hidupnya (http://www.victoryoutreach-almere.nl)
    Jomblo berkelas memiliki visi dan misi pribadi yang ingin segera ia capai sebelum mendapatkan pasangan nanti. Mimpi dan cita-cita menjadi prioritas utama dalam hidupnya, sehingga pacaran menjadi nomor ke sekian. Membahagiakan orang tua misalnya, menjadikan visi seorang jomblo berkelas sebelum mereka membahagiakan pasangannya nanti.

    3. Jomblo berkelas itu tidak cengeng

    Mereka kuat (http://cdn-media-2.lifehack.org)
    Hanya karena mengerjakan segalanya sendiri, bukan berarti harus memelas diri. Seorang jomblo berkelas bisa mandiri meski belum ada yang mendampingi. Mereka cukup percaya pada dirinya dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.

    4. Jomblo berkelas itu bersedia membuka lingkup pergaulan seluas-luasnya

    Membuka pergaulan seluas-luasnya (www.allianceabroad.com)
    Pertemanan yang dijalani oleh seorang jomblo berkelas itu luas. Ia bersedia berteman dengan siapa saja dari kalangan mana saja. Mereka tidak mau menjadikan hubungan pertemanan menjadi rusak hanya karena masalah pacaran yang sepele. Mereka percaya bahwa lingkungan pertemanan yang luas bisa membawa mereka kepada jodoh yang pas nantinya. Mereka bisa memilki referensi jenis-jenis karakter orang dari teman-teman mereka sendiri.

    5. Jomblo berkelas itu memiliki idealismenya sendiri

    Memilih satu orang yang tepat untuk dibawa ke pelaminan (reinventingrelationship.files.wordpress.com)
    Bukannya sombong sok-sokan menjadi orang yang pemilih. Seorang jomblo berkelas tidak mau menyia-nyiakan hidupnya untuk sesuatu yang menurutnya kurang penting. Ia harus benar-benar meyakinkan dirinya sendiri untuk bisa menjalin hubungan serius dengan orang lain. Idealismenya adalah “Daripada gonta-ganti pasangan, lebih baik temukan satu yang tepat untuk dibawa ke pelaminan nanti”.

    6. Jomblo berkelas itu sebenarnya juga ingin ada yang mendampingi, namun ia menahan diri untuk memantaskan diri

    Berkaca diri lalu berusaha memantaskan diri (wallpaperswao.com)
    Bukan berarti jika telah menjadi manusia mandiri ia benar-benar tidak mau menjalani sebuah hubungan. Bisa jadi, jauh di lubuk hatinya yang terdalam ada keinginan terpendam untuk didampingi. Namun, seorang jomblo berkelas masih menahan diri untuk memantaskan diri bagi pasangan impiannya nanti. Ia memiliki idealisme mencari pasangan yang sesuai dengan keinginannya sehingga ia berusaha memperbaiki diri terlebih dahulu. Ini bukan berarti ia mencari yang sempurna lho. Karena sesungguhnya mencari pasangan yang sempurna adalah sebuah kenaifan. Ia hanya memiliki target tersendiri untuk berpasangan nanti.
    Itulah ciri-ciri jomblo berkelas. Kamukah salah satunya? :)
  • 7 Alasan Kalau Kuliah Tidak Menjamin Masa Depan Cerah

    Ilustrasi
    LihatDulu - Dahulu, banyak orang percaya bahwa gelar sarjana adalah kunci untuk masa depan yang cerah. Orang tua rela membayar biaya kuliah yang mahal demi kesempatan kerja yang lebih terbuka bagi anaknya. Masih relevankah pemikiran ini sekarang?

    Sayangnya, sekarang gelar sarjana saja tak lagi cukup untuk membuat masa depanmu sejahtera. Jika kamu berniat jadi sarjana hanya supaya punya gaji tinggi, siap-siap saja kecewa.

    Kenapa sih di era ini kuliah tidak bisa lagi disebut sebagai investasi masa depan? Simak ulasan Hipwee berikut ini, yuk!

    1. Di zaman orangtua, kuliah adalah satu-satunya jalan untuk menambah ilmu selepas SMA. Berbeda dengan kita, yang punya internet untuk belajar apa saja.

    Di zaman orangtua kita, pergi kuliah adalah satu-satunya cara untuk menambah ilmu setelah lulus SMA. Memang, di bangku universitaslah kita diajarkan untuk berpikir dan berargumen, menulis dan mengkritik. Teori-teori dasar yang sudah kita terima di bangku XI dan XII SMA pun diolah secara lebih dalam.

    Kini kita tak perlu status sebagai mahasiswa resmi sebuah universitas untuk menambah ilmu yang kita dapat di SMA. Teknologi yang serba digital saat ini memang memudahkan kita mengakses informasi dari seluruh penjuru dunia. Berbekal perangkat laptop dan koneksi internet, kita bisa asyik berselancar di dunia maya; membaca berita, berbisnis, hingga kuliah online.

    Yup, tercatat ada puluhan universitas top dunia yang saat ini mengijinkan materi-materi perkuliahan mereka diakses gratis. Mereka menyediakan kumpulan jurnal, video perkuliahan, hingga forum-forum diskusi yang terbuka untuk umum. Mudah saja, cukup klik Coursera dan kamu tinggal memilih materi dari kampus yang kamu inginkan. Sekolah musik Berklee, kampus teknologi MIT, Harvard, hingga layanan kursus coding online seperti Codecademy atau Code School tersedia di sini.

    2. Gelar sarjana juga tak akan mengantarmu pada gaji besar jika kamu tak punya pengalaman kerja

    Masih banyak dari kita yang percaya bahwa sarjana sudah pasti dapat pekerjaan yang layak dengan mudah. Padahal, data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Februari 2014 mencatat jumlah sarjana yang menganggur mencapai 400 ribu orang atau 4,3% dari total pengangguran yang tercatat sebanyak 7,2 juta orang.

    Status sarjanamu pun tak akan otomatis membuatmu bisa punya pekerjaan bergaji besar. Mungkin kamu malah akan kaget karena gaji pertamamu sama jumlahnya dengan uang bulanan kiriman orang tua saat kamu masih kuliah dulu.

    Ya, kamu boleh jadi punya titel sarjana. Tapi kamu belum tentu punya pengalaman kerja. Sementara, sebagian besar perusahaan akan menganggapmu masih hijau atau anak kemarin sore ketika kamu sama sekali belum pernah bersentuhan dengan dunia profesional. Kamu masih punya jalan yang panjang dan terjal sebelum bisa meraih kemapanan.

    3. Kamu pun harus menunggu lama supaya biaya besar yang sudah orangtuamu keluarkan bisa balik modal

    Kenapa bisa muncul istilah “investasi” yang dikaitkan dengan urusan pendidikan? Yup, alasannya tak lain tentu soal uang. Meskipun kuliah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, banyak orang akan memilih mengusahakannya. Mereka akan berpikir;

    “Ah, nggak apa-apa. Anggap saja sebagai modal. Nanti setelah lulus, dapat pekerjaan dan gaji tinggi, pasti bisa balik modal…”
    Sayangnya, kondisi perekonomian yang terus bergejolak semacam menyajikan fakta pahit. Pertambahan jumlah pencari kerja tak sebanding dengan pertambahan lapangan pekerjaan. Akibatnya, untuk satu lowongan pekerjaan saja bisa diperebutkan puluhan orang. Belum lagi standar gaji yang berlaku di negeri kita masih rancu. Jika hanya mengacu pada UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 Pasal 90 ayat (1), yang berbunyi;

    “Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum”
    Advertisement
    Upah Minimum Regional (UMR) adalah standar bagi para pelaku industri atau pengusaha; nilai gaji terendah yang harus dibayarkan perusahaan pada karyawan tanpa terpengaruh jenjang pendidikan. Lulusan SMA atau Sarjana, buruh atau karyawan, pegawai kontrak atau tetap; bisa jadi mendapat gaji yang sama – senilai UMR.

    4. Gelar sarjana hanya akan mengantarmu masuk golongan pekerja kelas menengah, jika kamu tak punya skill khusus yang praktikal

    Pendidikan ala universitas tidak didesain untuk menghasilkan pekerja, namun pemikir alias scholar. Untuk sukses di dunia kerja, kamu tidak hanya dituntut untuk bisa berpikir, namun juga bisa memiliki skill atau keahlian khusus yang praktikal. Misalnya: kemampuan berbahasa asing, kemampuan menulis, fotografi, atau programming.

    Waktu selama 4 tahun (umumnya) akan terbuang sia-sia jika kita hanya berpatokan pada nilai bagus dan gelar. Pasalnya, saat memasuki dunia kerja, sarjana bermodal gelar hanya sampai pada level menengah. Pekerja jenis ini sulit mencapai puncak karir dan prestasinya sekadar stagnan. Bukan tidak mungkin, pencapaiannya justru kalah dengan mereka yang non-sarjana tapi punya kemampuan atau skill yang mumpuni.

    5. Integritas kampus sebagai tempat berkumpulnya kaum intelektual pun bukannya tanpa noda

    Berpikir bahwa kampus jadi satu-satunya tempat dimana kita bisa menghamba ilmu adalah keliru. Faktanya, sistem pendidikan yang masih cacat di sana-sini membuat kita tak maksimal belajar. Dosen sering tak hadir di kelas, buku-buku perkuliahan tak tersentuh proses upgrade, hingga materi yang disampaikan dosen ternyata hanya sekadar copy paste dari buku-buku yang sudah kita beli. Miris, bukan?

    Yup, atas alasan inilah, kita pantas mempertanyakan kembali peran perguruan tinggi sebagai penyedia ilmu. Apakah uang yang kita bayarkan memang sepadan dengan ilmu yang kita dapat? Apakah kampus sudah tuntas mendidik kita jadi manusia yang berguna dan punya intelektualitas? Atau, kampus justru tak lebih dari penjaja ilmu pengetahuan yang pintar-pintar meyakinkan orang tua kita agar mau membayar biaya masuk dengan cara sembarangan memasang embel-embel World Class University?

    6. Kampus akan membuatmu terseok-seok dulu demi meraih gelar sarjana. Padahal, mungkin sebenarnya kamu sudah siap melenggang ke tahap hidup yang selanjutnya.

    Alih-alih jadi investasi masa depan, tak jarang kampus justru memaksa mahasiswa untuk menginvestasikan umurnya. Yup, banyaknya beban mata kuliah atau proses skripsi yang berbelit-belit menjadikan mahasiswa butuh waktu lama untuk lulus. Jika normalnya S-1 ditempuh selama 4 tahun, seorang mahasiswa bisa jadi butuh waktu 6 tahun atau bahkan lebih. Padahal, banyak hal yang sudah menanti untuk dikerjakan selanjutnya; segera bekerja atau menikah misalnya.

    7. Dan ketika kamu resmi diwisuda… kamu pun harus rela belajar dari nol lagi begitu masuk dunia kerja!

    Entah terdesak kebutuhan atau didasari alasan lain, banyak sarjana akhirnya memilih pekerjaan yang tak sejalur dengan pendidikan dan gelarnya. Misalnya, seorang Sarjana Sastra atau Sarjana Hukum justru bekerja sebagai teller bank yang mengharuskannya banyak-banyak berhitung dan mulai belajar ilmu akuntansi. Ilmu yang sudah dipelajari selama bertahun-tahun justru tak bisa digunakan secara maksimal dalam pekerjaan yang tengah digeluti.

    Tentu tak ada istilah sia-sia dalam menuntut ilmu. Tapi, alangkah baiknya jika ilmu yang sudah dipelajari memang benar-benar bisa diaplikasikan secara nyata dalam pekerjaan. Setidaknya, ada rasa puas yang bisa dirasakan mengingat perjuangan selama masa kuliah yang tak bisa dibilang mudah.

    Nah, gimana? Apakah kamu setuju dengan poin-poin di atas, atau justru punya pendapat berbeda?

    Well…artikel ini bukan berarti tidak mendukung generasi kita untuk  melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tapi, setidaknya kita bisa terlebih dulu masak-masak berpikir sebelum mengambil keputusan. Kuliah itu sah-sah saja selama kita paham betul kebaikan dan kekurangannya. Dan jangan lupa: hanya karena kamu punya gelar sarjana, belum tentu kamu otomatis akan sejahtera, ya!

  • Albert Einstein Indonesia

    Pemahaman inti tentang makna hidup menurut Al Quran.
    1. Hidup Adalah Ibadah Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita,lahiriah dan bathiniah.
    Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat:56)
    2. Hidup Adalah Ujian.
    Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 : ”(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
    Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156, yaitu : “dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah- buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”
    3. Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding Kehidupan di Dunia.
    Dalam QS Ali ‘Imran [3]:14 Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman : “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita- wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang- binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah- lah tempat kembali yang baik (surga).“
    Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam QS Adh Dhuha [93]:4 : “dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”
    4.Hidup Adalah Sementara.
    Dalam QS Al Mu’min [40]:39, Allah berfirman : “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.“
    Dalam QS Al Anbiyaa [21]:35,Allah Azza wa Jalla berfirman :
    “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar- benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.“
    Agar Hidup Lebih Bermakna Setelah kita memahami makna hidup, maka langkah selanjutnya ialah menyelaraskan hidup dengan makna hidup tersebut. Inilah yang akan menjadikan hidup kita lebih bermakna. Jika kita salah memaknai hidup, maka apa makna yang bisa kita dapatkan dari hidup ini?
    Menyelaraskan hidup dengan makna hidup diatas diantaranya dengan cara :
    1. Jika hidup itu adalah ibadah, maka pastikan semua aktivitas kita adalah ibadah. Caranya ialah :
    A. selalu meniatkan aktivitas kita untuk ibadah serta memperbaharuinya setiap saat karena bisa berubah.
    B. pastikan apa yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan (ibadah mahdhah) dan tidak dilarang oleh syariat (ghair mahdhah).
    2. Jika hidup itu adalah ujian, maka tidak ada cara lain menyelaraskan hidup kita, yaitu menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan sll bersyukur pada-Nya..
    3. Jika kehidupan akhirat itu lebih baik, maka kita harus memprioritaskan kehidupan akhirat. Bukan berarti meninggalkan kehidupan dunia, tetapi menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat.
    4. Jika hidup ini adalah sementara, maka perlu kesungguhan (ihsan) dalam beramal. Tidak ada lagi santai, mengandai-ngandai, panjang angan- angan apalagi malas karena kita hidup ini tidak selamanya.
    Intinya,Bergeraklah sekarang, bertindaklah sekarang, dan berlomba-lombalah dalam kebaikan.kiki emotikon
    Seungguhnya, apa yang ada dalam Al Quran, tidak diragukan kebenarannya, jika ada kesalahan itu datang dari kesalahan saya pribadi. Mudah-mudahan usaha kita memahami makna hidup menjadikan hidup kita lebih bermakna.
    Semoga memahami makna yg ada dgn hikmah yg baik dihati.
    Barakallahu^_^
    GABUNG YUK di FP Apple ada banyak kata HIKMAH, RENUNGAN dan MOTIVASI
    Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'reshare' dan undang temen2mu gabung dg klik ‘Invite Your Friends’
  • Fakta Unik Tentang Cinta Yang Belum Tentu Kamu Tah

    Apa terlintas di dalam pikiranmu saat mendengar kata cinta. Iya, cinta memang sebuah topik yang tidak akan pernah bisa habis untuk dibahas. Cinta seringkali menjadi tema bagi film-film bioskop, cinta sering kali menjadi tema sebuah lagu populer dan cinta juga yang menjadi tema pokok setiap novel yang laris manis di jajaran toko buku.
    cinta, topik yang tak pernah berhenti dibahas via 31.media.tumblr.com
    Mungkin kamu akan membayangkan pacarmu yang ada di hadapanmu, melihat fotonya yang jadi wallpaper hape dan tersenyum. Atau membayangkan idolamu yang dengan senyumannya saja mampu membuat harimu 100 kali lebih baik dan membuatmu tak bisa tidur saking bahagianya. Atau bisa juga kamu merasa sakit hati mengingat janji-janji yang tak tertepati dan bekas kenangan yang telah kamu ukir bersama dengan mantan pacarmu.
    Namun, bicara tentang cinta tidak melulu hanya terkait dengan emosi dan perasan semata lho! Di bawah Hipwee akan memberikan 10 fakta ilmiah tentang cinta yang belum tentu kamu tahu. Yuk langsung cek aja yuk, apa saja fakta-fakta cintanya…

    1.Jatuh Cinta Dari Hidung Turun Ke Hati

    jatuh cinta dari hidung turun ke hati via s3.amazonaws.com
    Sepertinya mulai saat ini slogan jatuh cinta itu dari mata turun ke hati harus mulai diganti dengan slogan cinta itu datang dari hidung turun ke hati, deh.
    Pasalnya sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Huddinge University Hospital terhadap 12 orang pria dan wanita memberikan hasil bahwa feromon memiliki andil untuk menghasilkan perasaan naksir, suka, cinta bahkan hingga gairah seksual pada seseorang. Penelitian tersebut menghasilkan data bahwa hormon estrogen (pada wanita) maupun hormon testosteron (pada pria) akan bereaksi setelah mencium wewangian serupa feromon.

    2. Jatuh Cinta Itu Bikin Kecanduan

    cinta itu seperti candu via cdidriksen.femelle.no
    Jatuh cinta itu memang adiktif banget kan guys?! Bahkan bagi orang yang pernah merasakan pahitnya cinta, dia tidak akan mungkin bisa menolak candu yang satu ini, jatuh cinta. Hal ini wajar kok, karena pada saat kita jatuh cinta otak kita mengeluarkan zat dopamin, yakni zat yangakan memberikan efek candu pada kita.
    Udah tahu kan efek candu yang bakal buat kita merasa senang dan bahagia?! Karena alasan ini pulalah orang sering kecanduan untuk merasa jatuh cinta dan merasa tak bisa hidup bahagia tanpa cinta. Terus mau milih kecanduan candu beneran atau mau mencandu cinta, guys?


    3. Ya, Kamu Memang Bisa Gila Gara-Gara Cinta

    cinta memang bisa membuatmu gila via stylopics.com
    Saat kamu naksir seseorang, pasti ada kalanya kamu merasa hampir-hampir gila. Bagaimana tidak gila, saat kamu naksir seseorang kamu pasti akan sering terbayang-bayang orang yang kamu taksir, kamu tidak bisa berhenti memikirkannya ataupun menghilangkannya dari pikiranmu. Istilah kerennya sih makan tak enak, tidurpun tak nyenyak, hanya terbayang dia seorang.
    Nah, kalau udah begini salahkan zat serotonin yang ada di dalam otakmu. Serotonin adalah salah satu hormon yang mempengaruhi mood dan sikap seseorang.Ketika kamu jatuh cinta, otakmu akan dibanjiri hormon ini sehingga kamu akan merasa riang, senang, nafsu makan bertambah, dan selalu memikirkan orang yang kamu taksir.


    4. Cinta Bahkan Bisa Membuatmu Buta

    cinta juga bisa membuatmu buta via 0.static.wix.com
    Sering dengar pepatah cinta itu buta kan?! Cinta itu memang sering bikin kita buta, terlebih lagi buta tenang segala kekurangan pasangan, yang jelas di mata kita pasangan kita adalah yang terhebat, tercantik, terganteng, sempurna dan yang menyempurnakanmu. Tapi ternyata kebutaan ini penting untuk ada lho!
    Bayangkan jika pasangan yang telah menikah dan telah dikarunia anak,sembuh dari kebutaannya dan melihat pasangannya tak lagi sempurna? Apapun yang dilakukan oleh pasangannya selalu salah, tak pernah ada benarnya. Sedikit-sedikit ngambek, sedikit-sedikit pecah perang dunia yang entah berapa kalinya.
    Intinya, kebutaan itu penting untuk membuat hubunganmu tetap langgeng. Tapi jangan salah pilih pasangan ya, carilah pasangan yang akan membawamu ke puncak kesuksesanlalubutakan matamu dari semua kekurangannya dan terima dia apa adanya. Lagipula di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, kan?!


    5. Baik Cewek Maupun Cowok Harus Memiliki Testosteron Yang Cukup Untuk Saling Jatuh Cinta

    sama-sama punya testosteron via www.oroskopos.t
    Jangan kira hanya kaum adam yang memiliki hormon testosteron, para kaum hawa juga memiliki hormon ini di dalam tubuhnya, walaupun jumlahnya memang kecil sih. Nah, hormon testosteron inilah yang berperan untuk membuat kita jatuh cinta dan berani melakukan PDKT pada si dia yang membuat hati kita bergetar.


    6. Kita Cenderung Mencari Pasangan Yang Mirip Dengan Orang Tua Kita

    mengingatkan kita pada orang tua via default.secure.media.ipcdigital.co.uk
    Orang tua adalah orang yang membesarkan kita, kita besar dan hidup dengan figur mereka sejak kecil. Kita merasa aman, disayangi dan dilindungi oleh kedua orang tua kita. Karena itu menjadi hal yang wajar apabila kita, secarasadar maupun tidak sadar,tertarikkepada sosok yang hampir mirip atau mengingatkan kita dengan mereka, entah itu postur tubuh, bentuk muka, sifat dan kepribadian hingga kebiasaan-kebiasaan kecil mereka.


    7. Atau Yang Mirip Dengan Kita

    kalau mirip = jodoh? via pbs.twimg.com
    Banyak orang yang bilang kalau jodoh itu pasti akan memiliki kemiripan satu sama lain. Oleh karena itu jika kamu tidak tertarik dengan orang yang mirip dengan kedua orang tuamu, bisa jadi kamu lebih tertarik pada orang yang mirip denganmu. Bahkan penelitian menemukan bahwa setiap pasangan akan memiliki beberapa kesamaan dalam beberapa hal seperti volume pernafasan, panjang jari tengah, daun telinga dan ukuran kuping secara umum, hingga kecepatan metabolisme kita.


    8.Cinta Yang Romantis Sebenarnya Hanya Mampu Bertahan Selama Satu Tahun

    kemesraan kalian ada waktunya via www.hurrem.com
    Banyak yang bilang kan jika setahun pertama dari hubunganmu adalah saat yang paling krusial? Jika kamu dan pasanganmu mampu melewati satu tahun ini dengan baik, maka tahun-tahun berikutnya hubungan kalian tidak akan mengalami terlalu banyak masalah dan justru semakin bertambah kuat.
    Dan ternyata para ahli bisa menjelaskan mengapa ini terjadi lho! Menurut para ahli, setelah satu tahun otak kita tidak dapat memproduksi hormon-hormon “candu” (dopamin dan serotonin). Akibatnya, tentu saja hubungan kita menjadi tidak terlalu menggebu-gebuseperti pada saat awal kita jatuh cinta. Karena itu biasaanya pasangan yang telah melewati satu tahun, hubungan cinta mereka akan menjadi lebih stabil.
    Untuk menghadapi tahap ini dan memperkuat sebuah hubungan cintamu, ada baiknya kamu dan pacarmu sering melakukan hal-hal positif yang akan saling mendekatkan kalian, seperti mengobrol bersama,makan bareng, hingga jogging dan berolahraga bersama.


    9.Kupu-Kupu Di Perutmu Itu Benar Adanya, Dan Dia Bernama Adrenalin

    ada kupu-kupu di perutmu via ww4.sinaimg.cn
    Sama seperti sebuah lagu yang mengatakan kalau jautuh cinta itu berjuta rasanya…
    Saat jatuh cinta dan bertemu dengan orang tersebut seringkali kamu akan merasa jantungmu berdebar, keringat dingin, salah tingkah, tak bisa berhenti tersenyum. Perasaan ini juga akan disertai dengan perasaan geli-geli aneh nanmagis,seolah-olah ada kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutmu.
    Tapi tenang, para ahli telah menemukan alasan kenapa kamu harus merasa seperti ini saat kamu jatuh cinta. Saat kamu jatuh cinta, tidak hanya bertemu dengan orang yang kamu sukai, memandang fotonya saja sudah cukup untuk membuat otakmu memproduksi adrenalin yang membuatmu merasakan sindrom jatuh cinta seperti di atas.


    10. Begitu Juga Dengan Yang Namanya Patah Hati

    patah hati itu beneran ada, guys. via 31.media.tumblr.com
    Tapi cinta tidak selamanya manis bukan?! Ada kalanya, cinta tidak selalu terasa manis untukmu, bahkan mematahkan hatimu. Sedih karena ditolak gebetan, sakit karena dikhianati pacar tercinta, hingga pedihnya perpisahan dengan kekasih terkadang harus kamu rasakan.
    Menurut penelitian, ternyata kita itu benar-benar bisa mengalami patah hati. Beberapa hal yang tidak mengenakkan seperti ditolak, dikhianati, putus dengan pacar, perceraian, atau pasangan kita telah tiada, benar-benar dapat menyebab kangangguanpada hati kita. Gangguan ini bisa berupa nyeri di dada, seolah kamu akan terkena serangan jantung. Jika kamu mengalami hal-hal seperti ini, maka kamu sedang mengalami Broken Heart Syndrom.

    Itu dia fakta-fakta cinta yang mungkin belum tentu kamu tahu, fakta mana nih yang belum kamu tahu sebelumnya?
  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    Tau CK Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan